RSS

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM

02 Jul
  1. Konservasi seharusnya dianggap sebagai respon atas beberapa hal, yaitu:

 A.    TINGKAT PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas perubahan dalam hal ini dikaitkan dengan mitigasi. Pencegahan yang dimaksud adalah pencegahan atas apa yang akan terjadi seperti pemanasan global dan fenomena-fenomena yang mengikutinya. Konservasi itu sendiri memiliki arti menjaga dan memelihara yang berarti apapun yang ada di dunia ini bila kita jaga dan pelihara akan meminimalkan resiko bencana.

Contoh:

Pada suatu daerah, karena berbagi aktifitas manusia dan melonjaknya jumlah penduduk secara terus menerus akan terjadi perubahan alam, misalnya pembukaan lahan hutanbesar-besaran atau pengeprasan bukit. Suatu saat, kondisi tanah dan air di daerah tersebut tandus dan sumber air tanah menurun, dan juga terjadi banjir. Karena tingkat perubahan ini konservasi dilakukan. Dari pemeliharaan daerah tangkapan air, perlindungan mata air, dsb.

 B.     LANGKAH PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas langkah perubahan, maksudnya adalah

Konservasi masuk dalam rencana perubahan dalam kegiatan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya. Konservasi dalam respon ini telah menjadi bagian dari rencana awal adanya perubahan alam atas kehendak manusia.

Contoh:

Perubahan iklim global (Climate change), yang disoroti sebagai isu global paling penting di era sekarang ini, dapat dikendalikan dengan konservasi wilayah pesisir dan lautan, dimana laut merupakan unsur dominan dalam pembentukan iklim. Dengan konservasi tersebut, maka tumbuhan seperti mangrove dapat tumbuh lebih baik dan lebat sehingga dapat mengurangi intensitas sinar matahari dan meredam perubahan suhu di permukaan laut. Selain itu, mangrove dapat juga berfungsi sebagai barrier dari pollutants yang dapat meningkatkan suhu air laut. Dan sebagai langkah awal Konservasi Laut perlu dilakukan pemetaan kawasan pesisir dan laut sebagai dasar penataan lingkungan.

Menyikapi semakin meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang telah dan akan terus terjadi, beberapa peneliti, pakar teknik dan pakar lingkungan mencoba mengurangi konsentrasi gas rumah kaca atau Green House Gas (GHG) secara langsung yaitu dengan memanipulasi iklim di bumi melalui pendekatan teknik geologi yang sering disebut dengan istilah Geo Engineering.

Beberapa teknik Geo Engineering dibuat berdasarkan carbon sequestrationyang dipergunakan untuk mengurangi GHG secara langsung di atmosfer. Metode yang dipergunakan terbagi menjadi 2 yaitu secara langsung dengan menangkap CO2 diudara (carbon dioxide air capture) dan secara tidak langsung seperti dengan penaburan biji besi di laut (ocean iron fertilization). Teknik ini dapat dikategorikan sebagai bentuk dari suatu mitigasi terhadap pemanasan global.

Teknik lain yang dilakukan adalah berdasarkan teknik pengaturan radiasi matahari (solar radiation management), teknik ini tidak mengurangi konsentrasi GHG dan hanya ditujukan untuk mengatasi efek pemanasan akibat CO2 dan gas lainnya, oleh karena itu teknik ini tidak dapat mengatasi permasalahan mengenai pengasaman laut (ocean acidification). Contoh teknik yang dipergunakan adalah dengan menginjeksikan sulfur dioksida ke lapisan stratosfer (stratospheric sulfur aerosols) dan peningkatan daya pantul awan terhadap matahari (cloud reflectivity enhancement).

 C.    SIFAT PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas sifat perubahan, disini maksudnya adalah konservasi dalam kaitannya dengan metode atau pendekatan yang harus dilakukan atau diterapkan terhadap suatu permasalahan alam/ sumber daya alam/ lingkungan. Ada beberapa sifat perubahan yang mungkin terjadi dalam fenomena kerusakan alam, misalnya yang bersifat fisika, kimia, sosial, dan lain-lain.

Contoh: Alga blooming di Rawa Pening. Tumbuhan enceng gondok (Eichornia crasipes) yang merupakan tumbuhan air yang menginvasi permukaan perairan tawar di berbagai wilayah di Indonesia Termasuk Di salatiga Rawa Pening. Jika dibiarkan begitu saja dapat dimunginkan keadaan lingkungan menjadi sangat berubah dan keanekaragaman hayati yang monoton. Diperlukan pendekatan konservasi dan harus dilakukan dari berbagai sisi, yaitu dari pendekatan baik  teknis, bioligis maupun sosial karena secara otomatis pengaruhnya terhadap masyarakat pula.

Konservasi pada dasarnya tidak bertentangan dengan pembangunan dan perkembangan, karena arti pembangunan yang secara sederhana adalah upaya perubahan menuju kondisi yang lebih baik. “Pembangunan sebagai suatu perubahan, mewujudkan suatu kondisi kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik dari kondisi sekarang, sedangkan pembangunan sebagai suatu pertumbuhan menunjukkan kemam­puan suatu kelompok untuk terus berkembang, baik secara kuali­tatif maupun kuantitatif dan merupakan sesuatu yang mutlak ha­rus terjadi dalam pembangunan.” (Siagian (1983) dalam Teori dan Indikator Pembangunan oleh Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si, 2009), dan lain – lain. Sementara itu perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang terus menerus. Sedangkan konservasi adalah usaha manusia untuk memelihara, dalam hal ini adalah alam. Ada dua unsur penting dalam konservasi yaitu pemeliharaan dan perlindungan. Dari masing – masing definisi tersebut tidak didapatkan prinsip yang saling bertentangan satu sama lain terkait pelaksanaan pengembangan untuk pembangunan dan upaya konservasi. Sumber daya alam dan lingkungan yang merupakan objek dan sumber  dari pengembangan dan pembangunan, untuk selau dapat dipastikan keberlangsungannya mutlak dilakukan konservasi. Justru konservasi mendukung pengembangan dan pembangunan dalam konteks menjaga keberlanjutannya sehingga pengembangan dan pembangunan dapat terus dilakukan tak hanya sekarang namun juga di masa mendatang.  Oleh karena itu, pada lebih dari 20 tahun terakhir sebuah konsep yang pembangunan diperkenalkan yaitu pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah adalah proses pembangunan yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. ( Sustainable Development).

Keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman genetik, spesies, ekosistem dan keragaman budaya manusia. Semakin beraneka ragam gen, spesies, dan ekosistem, maka semakin kokoh daya dukung lingkungan. Semakin kokoh daya dukung lingkungan maka semakin stabil ia mendukung atau menyangga perikehidupan manusia.

Pentingnya keanekaragaman hayati juga agar tidak berkurangnya keanekaragaman hayati dan kepunahan akibat dari pembangunan yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara merusak habitat, mengeksploitasi dan mengubah kekayaan hayati secara berlebihan dan juga tambah diperparah dengan lemahnya aturan dan penegakan hukum. Dan keanekaragaman hayati di dunia berarti adanya macam-macam hayati baik tumbuhan, hewan maupun unsur lain yang merupakan unsur-unsur yang berperan penting dalam rantai makanan di dunia ini. Jika rantai makanan ini terganggu maka system juga akan terganggu dan cara untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman tersebut dengan konservasi keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu dibuatlah usaha-usaha perlindungan maupun konservasi baik secara in situ maupun ex situ. Tempat perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia telah diresmikan oleh pemerintah. Lokasi perlindungan tersebut misalnya berupa Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Wisata, Taman Hutan Raya, Taman Laut, Wana Wisata, Hutan Lindung, dan Kebun Raya. Tempat-tempat tersebut memiliki makna yang berbeda-beda meskipun fungsinya sama yaitu untuk tujuan konservasi.

Salah satu prinsip dari konservasi sumberdaya hayati adalah, bahwa tindakan untuk melestarikan keanekaragaman hayati harus direncanakan dan dilaksanakan pada skala yang ditentukan oleh kriteria ekologi dan sosial. Fokus dari aktivitas konservasi harus berada di wilayah di mana manusia tinggal dan bekerja, serta di daerah alamiah yang dilindungi.

Konservasi adalah sebuah tindakan. Artinya kegiatan ini harus nyata, dapat dilihat, dirasakan progressnya

      Konservasi sebagai sebuah tindakan pemeliharaan dan perlindungan yang terukur, maka kegiatan ini harus direncanakan atau ada blue print yang jelas sehingga keterlibatan pemangku kepentingan jelas dari wal, wilayah dan tujuan kosernvasi juga jelas dan pada akhirnya monitoring kegiatan konservasi pun jelas dan didapatkan hasil yang nyata. Atu jika terjadi hal diluar perkiraan dalam perencanaan, solusi tetap dapat ditemukan dengan lebih jelas.

Kriteria yaitu ekologi dan sosial adalah kedua kriteria yang jelas harus menjadi dasar pertimbangan dalam proses perencanaan dan implementasi serta hasil atau efek yang ingin dicapai dalam sebuah kegiatan koservasi. Karena Ekologi adalah kriteria utama yang harus menjadi tolok ukur, hal ini terkait sumber daya alam / jenis keanekaragaman hayati manakah yang akan dilakukan. Keberadaan ekologi tertentu inilah yang akan dikonservasi. Sedangkan kriteria sosial terkait pada efek nya seperti apa terhadap masyarakat/ kehidupan sosial di wilayah yang akan dikonservasi. Bahwa ekologi yang dikonservasi ini keberadaannya pada akhirnya adalah untuk mendukung keberadaan manusia pula, maka kriteria sosial harus dipakai dalam melakukan kegiatan konservasi.

      Fokus wilayah konservasi adalah di wilayah dimana manusia tinggal dan bekerja, sebab jelas bahwa kerusakan alam yang faktanya bisa menyebabkan terjadinya bencana alam, adalah karena perbuatan manusia. Jadi potensi kerusakan alam lebih tinggi terjadi pada wilayah yang ada manusianya. Semakin banyak kumpulan manusia hidup di wilayah itu, diasumsikan semakin banyak pula jumlah dan jenis kegiatan manusia sehingga semakin tinggi potensi kerusakan alam dan lingkungannya.

      Fokus wilayah konservasi adalah di daerah alamiah yang dilindungi. Tentunya hal ini harus mejadi salah satu focus sebab,  jumlah daerah alamiah yang dilindungi yang masih kaya akan keanekaragaman hayati semakin sedikit. Sementara itu daerah-daerah alamiah ini diperlukan untuk teta pada di bumi untuk tujuan keseimbangan alam secara umum, maka perlu dilakukan tindakan konservasi di wilayah ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 2, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: