RSS

KESAH…..

  • Menyatukan sesuatu itu adalah permulaan, tetapi menjaga keutuhannya itulah yang terbaik…
  • Sekecil apapun kebohongan akan menghilangakn kepercayaan, bagaikan tinta yang tertumpah di atas kertas putih, slamanya noda itu takkan bisa hilang…
  • Besar cintanya seseorg kepadamu bisa terlihat dengan seberapa mampu dia bersamamu dalam keadaan apapun…
  • Jika km hanya mau bahagia ketika semua masalahmu selesai , km tidak akan pernah bahagia…
  • Cinta itu akan membuat seseorang terlihat menjadi bodoh apabila yang kita cintai tidak membawa kita kepada kedewasaan…
  • Cinta bukanlah sebuah permainan. Cinta adalah perpaduan 2 hati hyang saling berjanji, meski tersakiti cinta tak akan pergi.
  • Kita dinilai dari apa yang kita ucapkan. Karena apa yang keluar dari mulut kita, mencerminkan apa yang ada dalam isi hati kita.
  • Jika sseorang yang istimewa di hatimu tak bisa mencintaimu ketika kamu menjadi dirimu sendiri maka dia tidak lagi istimewa
  • Jangan biarkan sesuatu yang tak dapat kamu lakukan mengganggu sesuatu yang dapat kamu lakukan
  • Rezeki yang selalu disyukuri  akan selalu bertambah dan dilipagandakan.
  • Bila seseorang hidup seserhana, ia tahu suka cita yang sejati dan keindahan segala sesuatu
  • Banggalah pada dirimu sendiri
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 8, 2012 in Uncategorized

 

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM

  1. Konservasi seharusnya dianggap sebagai respon atas beberapa hal, yaitu:

 A.    TINGKAT PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas perubahan dalam hal ini dikaitkan dengan mitigasi. Pencegahan yang dimaksud adalah pencegahan atas apa yang akan terjadi seperti pemanasan global dan fenomena-fenomena yang mengikutinya. Konservasi itu sendiri memiliki arti menjaga dan memelihara yang berarti apapun yang ada di dunia ini bila kita jaga dan pelihara akan meminimalkan resiko bencana.

Contoh:

Pada suatu daerah, karena berbagi aktifitas manusia dan melonjaknya jumlah penduduk secara terus menerus akan terjadi perubahan alam, misalnya pembukaan lahan hutanbesar-besaran atau pengeprasan bukit. Suatu saat, kondisi tanah dan air di daerah tersebut tandus dan sumber air tanah menurun, dan juga terjadi banjir. Karena tingkat perubahan ini konservasi dilakukan. Dari pemeliharaan daerah tangkapan air, perlindungan mata air, dsb.

 B.     LANGKAH PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas langkah perubahan, maksudnya adalah

Konservasi masuk dalam rencana perubahan dalam kegiatan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya. Konservasi dalam respon ini telah menjadi bagian dari rencana awal adanya perubahan alam atas kehendak manusia.

Contoh:

Perubahan iklim global (Climate change), yang disoroti sebagai isu global paling penting di era sekarang ini, dapat dikendalikan dengan konservasi wilayah pesisir dan lautan, dimana laut merupakan unsur dominan dalam pembentukan iklim. Dengan konservasi tersebut, maka tumbuhan seperti mangrove dapat tumbuh lebih baik dan lebat sehingga dapat mengurangi intensitas sinar matahari dan meredam perubahan suhu di permukaan laut. Selain itu, mangrove dapat juga berfungsi sebagai barrier dari pollutants yang dapat meningkatkan suhu air laut. Dan sebagai langkah awal Konservasi Laut perlu dilakukan pemetaan kawasan pesisir dan laut sebagai dasar penataan lingkungan.

Menyikapi semakin meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang telah dan akan terus terjadi, beberapa peneliti, pakar teknik dan pakar lingkungan mencoba mengurangi konsentrasi gas rumah kaca atau Green House Gas (GHG) secara langsung yaitu dengan memanipulasi iklim di bumi melalui pendekatan teknik geologi yang sering disebut dengan istilah Geo Engineering.

Beberapa teknik Geo Engineering dibuat berdasarkan carbon sequestrationyang dipergunakan untuk mengurangi GHG secara langsung di atmosfer. Metode yang dipergunakan terbagi menjadi 2 yaitu secara langsung dengan menangkap CO2 diudara (carbon dioxide air capture) dan secara tidak langsung seperti dengan penaburan biji besi di laut (ocean iron fertilization). Teknik ini dapat dikategorikan sebagai bentuk dari suatu mitigasi terhadap pemanasan global.

Teknik lain yang dilakukan adalah berdasarkan teknik pengaturan radiasi matahari (solar radiation management), teknik ini tidak mengurangi konsentrasi GHG dan hanya ditujukan untuk mengatasi efek pemanasan akibat CO2 dan gas lainnya, oleh karena itu teknik ini tidak dapat mengatasi permasalahan mengenai pengasaman laut (ocean acidification). Contoh teknik yang dipergunakan adalah dengan menginjeksikan sulfur dioksida ke lapisan stratosfer (stratospheric sulfur aerosols) dan peningkatan daya pantul awan terhadap matahari (cloud reflectivity enhancement).

 C.    SIFAT PERUBAHAN

Konservasi sebagai respon atas sifat perubahan, disini maksudnya adalah konservasi dalam kaitannya dengan metode atau pendekatan yang harus dilakukan atau diterapkan terhadap suatu permasalahan alam/ sumber daya alam/ lingkungan. Ada beberapa sifat perubahan yang mungkin terjadi dalam fenomena kerusakan alam, misalnya yang bersifat fisika, kimia, sosial, dan lain-lain.

Contoh: Alga blooming di Rawa Pening. Tumbuhan enceng gondok (Eichornia crasipes) yang merupakan tumbuhan air yang menginvasi permukaan perairan tawar di berbagai wilayah di Indonesia Termasuk Di salatiga Rawa Pening. Jika dibiarkan begitu saja dapat dimunginkan keadaan lingkungan menjadi sangat berubah dan keanekaragaman hayati yang monoton. Diperlukan pendekatan konservasi dan harus dilakukan dari berbagai sisi, yaitu dari pendekatan baik  teknis, bioligis maupun sosial karena secara otomatis pengaruhnya terhadap masyarakat pula.

Konservasi pada dasarnya tidak bertentangan dengan pembangunan dan perkembangan, karena arti pembangunan yang secara sederhana adalah upaya perubahan menuju kondisi yang lebih baik. “Pembangunan sebagai suatu perubahan, mewujudkan suatu kondisi kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik dari kondisi sekarang, sedangkan pembangunan sebagai suatu pertumbuhan menunjukkan kemam­puan suatu kelompok untuk terus berkembang, baik secara kuali­tatif maupun kuantitatif dan merupakan sesuatu yang mutlak ha­rus terjadi dalam pembangunan.” (Siagian (1983) dalam Teori dan Indikator Pembangunan oleh Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si, 2009), dan lain – lain. Sementara itu perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang terus menerus. Sedangkan konservasi adalah usaha manusia untuk memelihara, dalam hal ini adalah alam. Ada dua unsur penting dalam konservasi yaitu pemeliharaan dan perlindungan. Dari masing – masing definisi tersebut tidak didapatkan prinsip yang saling bertentangan satu sama lain terkait pelaksanaan pengembangan untuk pembangunan dan upaya konservasi. Sumber daya alam dan lingkungan yang merupakan objek dan sumber  dari pengembangan dan pembangunan, untuk selau dapat dipastikan keberlangsungannya mutlak dilakukan konservasi. Justru konservasi mendukung pengembangan dan pembangunan dalam konteks menjaga keberlanjutannya sehingga pengembangan dan pembangunan dapat terus dilakukan tak hanya sekarang namun juga di masa mendatang.  Oleh karena itu, pada lebih dari 20 tahun terakhir sebuah konsep yang pembangunan diperkenalkan yaitu pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah adalah proses pembangunan yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. ( Sustainable Development).

Keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman genetik, spesies, ekosistem dan keragaman budaya manusia. Semakin beraneka ragam gen, spesies, dan ekosistem, maka semakin kokoh daya dukung lingkungan. Semakin kokoh daya dukung lingkungan maka semakin stabil ia mendukung atau menyangga perikehidupan manusia.

Pentingnya keanekaragaman hayati juga agar tidak berkurangnya keanekaragaman hayati dan kepunahan akibat dari pembangunan yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara merusak habitat, mengeksploitasi dan mengubah kekayaan hayati secara berlebihan dan juga tambah diperparah dengan lemahnya aturan dan penegakan hukum. Dan keanekaragaman hayati di dunia berarti adanya macam-macam hayati baik tumbuhan, hewan maupun unsur lain yang merupakan unsur-unsur yang berperan penting dalam rantai makanan di dunia ini. Jika rantai makanan ini terganggu maka system juga akan terganggu dan cara untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman tersebut dengan konservasi keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu dibuatlah usaha-usaha perlindungan maupun konservasi baik secara in situ maupun ex situ. Tempat perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia telah diresmikan oleh pemerintah. Lokasi perlindungan tersebut misalnya berupa Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Wisata, Taman Hutan Raya, Taman Laut, Wana Wisata, Hutan Lindung, dan Kebun Raya. Tempat-tempat tersebut memiliki makna yang berbeda-beda meskipun fungsinya sama yaitu untuk tujuan konservasi.

Salah satu prinsip dari konservasi sumberdaya hayati adalah, bahwa tindakan untuk melestarikan keanekaragaman hayati harus direncanakan dan dilaksanakan pada skala yang ditentukan oleh kriteria ekologi dan sosial. Fokus dari aktivitas konservasi harus berada di wilayah di mana manusia tinggal dan bekerja, serta di daerah alamiah yang dilindungi.

Konservasi adalah sebuah tindakan. Artinya kegiatan ini harus nyata, dapat dilihat, dirasakan progressnya

      Konservasi sebagai sebuah tindakan pemeliharaan dan perlindungan yang terukur, maka kegiatan ini harus direncanakan atau ada blue print yang jelas sehingga keterlibatan pemangku kepentingan jelas dari wal, wilayah dan tujuan kosernvasi juga jelas dan pada akhirnya monitoring kegiatan konservasi pun jelas dan didapatkan hasil yang nyata. Atu jika terjadi hal diluar perkiraan dalam perencanaan, solusi tetap dapat ditemukan dengan lebih jelas.

Kriteria yaitu ekologi dan sosial adalah kedua kriteria yang jelas harus menjadi dasar pertimbangan dalam proses perencanaan dan implementasi serta hasil atau efek yang ingin dicapai dalam sebuah kegiatan koservasi. Karena Ekologi adalah kriteria utama yang harus menjadi tolok ukur, hal ini terkait sumber daya alam / jenis keanekaragaman hayati manakah yang akan dilakukan. Keberadaan ekologi tertentu inilah yang akan dikonservasi. Sedangkan kriteria sosial terkait pada efek nya seperti apa terhadap masyarakat/ kehidupan sosial di wilayah yang akan dikonservasi. Bahwa ekologi yang dikonservasi ini keberadaannya pada akhirnya adalah untuk mendukung keberadaan manusia pula, maka kriteria sosial harus dipakai dalam melakukan kegiatan konservasi.

      Fokus wilayah konservasi adalah di wilayah dimana manusia tinggal dan bekerja, sebab jelas bahwa kerusakan alam yang faktanya bisa menyebabkan terjadinya bencana alam, adalah karena perbuatan manusia. Jadi potensi kerusakan alam lebih tinggi terjadi pada wilayah yang ada manusianya. Semakin banyak kumpulan manusia hidup di wilayah itu, diasumsikan semakin banyak pula jumlah dan jenis kegiatan manusia sehingga semakin tinggi potensi kerusakan alam dan lingkungannya.

      Fokus wilayah konservasi adalah di daerah alamiah yang dilindungi. Tentunya hal ini harus mejadi salah satu focus sebab,  jumlah daerah alamiah yang dilindungi yang masih kaya akan keanekaragaman hayati semakin sedikit. Sementara itu daerah-daerah alamiah ini diperlukan untuk teta pada di bumi untuk tujuan keseimbangan alam secara umum, maka perlu dilakukan tindakan konservasi di wilayah ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 2, 2012 in Uncategorized

 

ILMU LINGKUNGAN

Apa Ilmu Lingkungan itu?

Ilmu yang mengintregasi berbagai ilmu yang mempelajari hubungan jasad hidup (manusia) dengan lingkungannya (soeriatmadja,1977)

Ilmu interdisipliner untuk mengukur dan menilai perubahan dan dampak kegiatan manusia terhadap ekosistem, sedemikian rupa sehingga manusia dapat mengelola ekosistem tersebut demi kelulusan hidupnya sendiri ( JOHNSON,1977)

Penelitian dalam Ilmu lingkungan adalah ilmu yang “mission oriented” artinya memperbaiki masalah yang ada.

TUJUAN ILMU LINGKUNGAN

Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesalingterkaitan antara faktor ekonomi,sosial, politik, dan ekologi

Memberikan kesempatan kepada setiap nilai, sikap, komitmen dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan

Melahirkan pola sikap individu kelompok dan masyarakat yang lebih baik terhadap lingkungan.

AZAS-AZAS ILMU LINGKUNGAN

1.Semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak dapat hilang,dihancurkan, atau diciptakan. (Hukum Termodinamika I)

2. Tidak ada sistem perubahan energi yang betul betul efisien. (Hukum termodinamika II ” semua sistem biologi kurang efisien( hanya sebagian energi  dipindahkan & digunakan oleh organisme, poppulasi, ekosistem lain) Kecenderungan umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yang tidak balik + berradiasi di angkasa.

3. Materi,energi,ruang,waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber alam.

Sumber Alam : Segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup, populasi, ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat yang optimum,akan meningkatkan pengubahan energi

Materi: hutan,tambang

Energi: gas bumi,air,minyakbumi,matahari

Ruang: membantu/menghambat proses kawin

Waktu : migrasi ke tempat kondusif

4. Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaannya sudah mencaoai optimum, pengaauh kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai suatu tingkat maksimum. melampaui batas maksimum ini tidak akan ada pengaruh menguntungkan lagi.

5. Ada uda jenis sumber daya alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang lebih lanjut. masalah: masy tradisional dan modern.

6. Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya,cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu. (Berdasarkan pada teori Darwin& Wallace Organisme yang adaptif yang akan menang persaingan suatu spesies/ kominitas dapat bertahan dalam lingkungan tertentu, yaitu dalam keseimbangan alam secara keseluruhan, mempunyai daya biak tinggi.

7. Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.” Mudah Diramal ” : ada keteraturan yang pasti pola faktor lingkungan dalam kurun waktu lama.

8. sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.

“nicia” keadaan lingkungan yang khas

Setiap spesies mempunyai nicia tertentu , sehingga spesies tersebut dapat hidup berdampingandengan spesies lama lingkungan ditempati jumlah spesies banyak. Spesies makan yang sama+toleran terhadap lingkungan yang ditempati jumlah spesies sedikit.

9. Keanekaragaman apa saja identik dengan biomassa dibagi produktivitasnya.

Terdapat hubungan antara biomassa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisme sistem biologi itu.

10. Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dan produktifitas akan naik mencapai sebuah asymtot.

>sistem biologi menjalani evolasi yang mengarah pada pengingkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil.

11. Sistem yang sudah mantap ( dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap ( dewasa). Contoh: Hama tikus, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian di lahan transmigran, orang desa bermigrasi ke kota, hubungan antara negara maju-berkembang,menguntungkan negara maju.

12.Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.

Reaksi terhadap perubahan lingkungan: populasi dalam lingkungan belum mantap<lingkungan sudah mantap.

Kalau terjadi perubahan drastis lingkungan, ekosistem sudah mantap lebih terancam,karena genetik populasi kaku terhadap perubahan.

13. Lingkungan secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.

dalam ekosistem mantap aliran energi yang masuk mengingkat. bila terjadi masalah pada satu jalur, jalur lain akan mengambil alih/berperan.

14. Naik turunnya populasi manusia tergantung dari sejarah popolasi manusia itu sendiri.

Dari azas 1-14 saling memiliki keterkaitan.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in Uncategorized

 

AMDAL

Apa itu AMDAL?

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL adalah proses pengkajian terpadu yang mempertimbangkan aspek ekologi, sosial-ekonomi, dan sosial-budaya sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

“…kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; dibuat pada tahap perencanaan…”

Apa guna AMDAL?

Guna AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan layak lingkungan.

“…ditujukan untuk menjamin rencana usaha layak lingkungan”

Lewat pengkajian AMDAL, sebuah rencana usaha atau kegiatan pembangunan diharapkan telah secara optimal meminimalkan kemungkinan dampak lingkungan hidup yang negatif, serta dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien.

“…memberikan solusi minimalisasi dampak negatif”

Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan.

“…digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/

pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan””…disusun sebelumrencana kegiatan dibangun

 

Apa dokumen AMDAL?

Dokumen AMDAL terdiri dari :

  • Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
  • Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
  • Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
  • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

Dokumen KA-ANDAL disusun terlebih dahulu untuk menentukan lingkup studi dan mengidentifikasi isu-isu pokok yang harus diperhatikan dalam penyusunan ANDAL.  Dokumen ini dinilai di hadapan Komisi Penilai AMDAL.  Setelah disetujui isinya, kegiatan penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL barulah dapat dilaksanakan.

“…dokumen KA-ANDAL harus disepakati isinya oleh Komisi Penilai AMDAL terlebih dulu 

sebelum digunakan sebagai acuan penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL”

Dokumen ANDAL mengkaji seluruh dampak lingkungan hidup yang diperkirakan akan terjadi, sesuai dengan lingkup yang telah ditetapkan dalam KA-ANDAL.

Rekomendasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup untuk mengantisipasi dampak-dampak yang telah dievaluasi dalam dokumen ANDAL disusun dalam dokumen RKL dan RPL.

Ketiga dokumen ini diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL.  Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak, dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak.

“…dokumen ANDAL, RKL, dan RPL menjadi satu bagian tak terpisahkan 

yang dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL secara bersama-sama

Siapa yang harus menyusun AMDAL?  Bagaimana menyusunnya?

Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak penting dan belum memiliki kepastian pengelolaan lingkungannya.  Ketentuan apakah suatu rencana kegiatan perlu menyusun dokumen AMDAL atau tidak dapat dilihat dalam bagian Prosedur dan Mekanisme AMDAL.

“…kewajiban menyusun dokumen AMDAL didasarkan atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, 

sehingga tidak semua jenis kegiatan yang membutuhkan ijin perlu menyusun AMDAL”

“…kriteria kewajiban AMDAL pada dasarnya mencakup :

– potensi kegiatan menimbulkan dampak penting;

– tidak pastinya ketersediaan pengelolaan lingkungan dalam mengontrol dampak penting tersebut”

Dalam penyusunan studi AMDAL, pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL diharapkan telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL (lulus kursus AMDAL B) dan ahli di bidangnya.  Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 09/2000.  Berbagai pedoman penyusunan yang lebih rinci dan spesifik menurut tipe kegiatan maupun ekosistem yang berlaku juga diatur dalam berbagai Keputusan Kepala Bapedal

Siapa saja pihak yang terlibat dalam AMDAL?

“…pada dasarnya pihak-pihak yang ber kepentingan dalam AMDAL adalah 

Komisi Penilai, pemrakarsa, masyarakat terkena dampak, dan pemberi Ijin”

Komisi Penilai AMDAL; Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.  Di tingkat pusat berkedudukan di Bapedal, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedal/Instansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedal/Instansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota.  Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini.  Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.

Pemrakarsa; pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

Warga Masyarakat yang terkena dampak; yaitu seorang atau kelompok warga masyarakat yang akibat akan dibangunnya suatu rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut akan menjadi kelompok yang banyak diuntungkan (beneficiary groups), dan kelompok yang banyak dirugikan (at-risk groups).  Lingkup warga masyarakat yang terkena dampak ini dibatasi sebagai berada dalam ruang dampak rencana usaha dan atau kegiatan tersebut.

Pemberi Ijin; cukup jelas

Apa itu UKL dan UPL ?

“…kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan

upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan”

Upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan; serangkaian kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan oleh pemrakarsa suatu rencana usaha/kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL; yaitu kegiatan yang diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak

“…pelaksanaan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan 

terdiri dari dua kategori, yaitu :

harus melewati suatu kajian lingkungan terlebih dulu yang disebut Dokumen UKL-UPL;

– tidak perlu melewati kajian lingkungan dalam Dokumen UKL-UPL”

Ada beberapa kegiatan yang walaupun tidak akan menimbulkan dampak penting tetap membutuhkan identifikasi dampak terlebih dulu sebelum dapat dipastikan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungannya.  Identifikasi dampak ini dibutuhkan karena ada kombinasi antara frekuensi kegiatan yang tinggi dengan intensitas dampak yang tinggi sehingga menyebabkan munculnya ketidakpastian pengelolaan dampak yang perlu dikomunikasikan kepada pihak terkait lainnya.

Kajian lingkungan yang dibutuhkan dikenal dengan nama Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).  Dokumen ini berisi uraian singkat dari proses identifikasi dampak yang dilakukan secara sistematis, dan program pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan.

“…Dokumen UKL-UPL dibutuhkan bagi 

kegiatan tidak wajib AMDAL yang masih memerlukan identifikasi dampak 

akibat ketidakpastian yang muncul dari

kombinasi frekuensi kegiatan dan intensitas dampak yang relatif tinggi 

sehingga perlu dikomunikasikan kepada pihak lain yang terkait”

Kegiatan-kegiatan tidak berdampak penting yang frekuensi kegiatan dan intensitas dampaknya relatif rendah sehingga tidak ada lagi ketidakpastian masalah pengelolaan dampaknya tidak perlu menyusun Dokumen UKL – UPL, dan dapat langsung melakukan berbagai upaya pengelolaan dan upaya pemantauan lingkungan yang sesuai dengan standar dan norma yang berlaku.

Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ?

“…AMDAL adalah perangkat wajib yang penggunaannya diharapkan komplemen

dengan perangkat-perangkat lainnya”

Kaitannya dengan dokumen lingkungan wajib lainnya; ada beberapa dokumen lingkungan maupun kajian lingkungan yang sifatnya diwajibkan.  Pada dasarnya, dokumen-dokumen lingkungan wajib seperti ini sifatnya spesifik, dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali ada kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Kepala Bapedal.

Dokumen-dokumen lingkungan wajib tersebut adalah Dokumen UKL-UPL,  Audit Lingkungan Wajib,  Revisi RKL-RPL, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Bapedal.

“…rencana kegiatan yang sudah ditetapkan menyusun UKL-UPL tidak lagi diwajibkan menyusun AMDAL; kegiatan berjalan yang diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru;

pengubahan kegiatan yang hanya membutuhkan penyesuaian RKL-RPL tidak perlu menyusun AMDAL lagi.

Kaitannya dengan dokumen lingkungan sukarela yang dikenal; penyusunan dokumen lingkungan sukarela bagi kegiatan-kegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL.  Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat “menambal” ketidaksempurnaan dokumen AMDAL.

  • Dokumen-dokumen lingkungan yang sifatnya sukarela ini sangat bermacam-macam dan terbukti amat berguna bagi pemrakarsa, termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri.  Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela, dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000, dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis, dan macam-macam lainnya

Bagaimana prosedur AMDAL di Indonesia?

Prosedur AMDAL di Indonesia terdiri dari :

  • Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
  • Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
  • Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
  • Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL

Proses penapisan; atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.

Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat; berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.

Proses penilaian KA-ANDAL; setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai.  Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari diluar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

  • Proses penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL; penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL).  Setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai.  Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari diluar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

Apakah kegiatan anda wajib menyusun AMDAL?

Apabila menghadapi salah satu pertanyaan di bawah ini:

Apakah anda akan membangun sebuah usaha/kegiatan? Wajibkah AMDAL?

Ada proyek yang akan dibangun di sekitar rumah anda? Wajibkah AMDAL?

Dapat dilakukan langkah-langkah berikut untuk memastikannya:

LANGKAH-LANGKAH PENAPISAN WAJIB AMDAL

Apa yang harus dilakukan bila wajib menyusun AMDAL?

Sebagaimana disebutkan diatas, prosedur AMDAL pada dasarnya terbagi dalam 4 bagian.  Hal-hal yang harus diperhatikan dengan seksama oleh penyusun AMDAL adalah :

Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat; walaupun tata cara pengumuman dan konsultasi masyarakat tersebut telah dijelaskan secara rinci dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 08/2000, pemrakarsa/penyusun AMDAL bebas mengadopsi berbagai teknik dan metodologi pengumuman dan konsultasi masyarakat yang telah dikenal, selama tidak melanggar ketentuan minimal yang telah ditetapkan.

“…Proses pengumuman diharapkan memperhatikan keunikan bahasa dan 

pola komunikasi setempat yang efektif;

Proses konsultasi masyarakat harus memperhatikan pola dan struktur sosial budaya setempat.”

World Bank, ADB, dan beberapa negara di dunia seperti Kanada menerapkan aturan khusus pelaksanaan pengumuman dan konsultasi masyarakat dalam proses penyusunan Environmental Assessment yang bisa dijadikan referensi.  Diharapkan dalam waktu dekat akan diterbitkan pedoman pelaksanaan konsultasi masyarakat dalam AMDAL yang khas Indonesia.

 

Proses penyusunan dokumen KA-ANDAL; secara garis besar, hal terpenting yang perlu terangkum dengan baik dalam KA-ANDAL adalah hasil konsultasi masyarakat dan masukan dari masyarakat.  Hal-hal tersebut menentukan proses pelingkupan dan penentuan isu pokok dari potensi dampak di lokasi rencana kegiatan tersebut.

“…Hasil pelingkupan adalah kunci dari KA-ANDAL, 

dimana hasil konsultasi dengan masyarakat serta masukan masyarakat yang diberikan

selama masa pengumuman menjadi sumber informasi utama proses pelingkupan tersebut.”

Pedoman pelaksanaan pelingkupan diatur dalam Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 1992, walaupun sangat disarankan untuk menggunakan referensi lain yang ada untuk menyempurnakan dan melengkapi proses pelaksanaan tersebut.

 

Proses penilaian KA-ANDAL; tahap pengajuan dokumen KA-ANDAL dapat dilalui dengan cepat selama memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Telah memperhatikan kelengkapan dokumen sesuai aturan yang ditetapkan dalam lampiran Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02/2000 
  2. Menyampaikan 1 (satu) paket sampel dokumen kepada sekretariat Komisi Penilai AMDAL yang berwenang untuk dicek apakah telah memenuhi semua persyaratan
  3. Mempersiapkan dokumen yang telah dianggap memenuhi syarat sebanyak jumlah  yang ditetapkan sekretariat
  4. Memastikan kembali jadwal penilaian oleh Komisi Penilai AMDAL

Proses penyusunan dokumen ANDAL, RKL, dan RPL; penyusunan dokumen ANDAL, RKL, dan RPL perlu mencermati kekhasan aspek, teknis kegiatan, dan ekosistem rencana kegiatan tersebut.  Oleh sebab itu, pedoman penyusunan yang diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02/2000 tidak cukup.  Berbagai pedoman yang secara khusus membahas metodologi penyusunan ANDAL dari aspek sosial, kesehatan masyarakat, valuasi ekonomi; dari tipe kegiatan seperti pemukiman terpadu; dan dari tipe ekosistem seperti lahan basah dan kepulauan, telah diterbitkan dalam bentuk Keputusan Kepala Bapedal. Sangat disarankan untuk melihat referensi-referensi internasional lainnya dalam memperkaya penyusunan dokumen tersebut.

 

Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL; tahap pengajuan dokumen ANDAL, RKL, dan RPL dapat dilalui dengan cepat selama memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Telah memperhatikan kelengkapan dokumen sesuai aturan yang ditetapkan dalam lampiran Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02/2000 
  2. Menyampaikan 1 (satu) paket sampel dokumen kepada sekretariat Komisi Penilai AMDAL yang berwenang untuk dicek apakah telah memenuhi semua persyaratan
  3. Mempersiapkan dokumen yang telah dianggap memenuhi syarat sebanyak jumlah  yang ditetapkan sekretariat
  4. Memastikan waktu pertemuan dengan tim teknis
  5. Merangkum masukan dari tim teknis sebagai bekal dalam menghadapi Komisi Penilai AMDAL
  6. Memastikan kembali jadwal penilaian oleh Komisi Penilai AMDAL.

Apa itu revisi RKL dan RPL?

Dari sudut legislatif, istilah revisi RKL dan RPL tidak dikenal dalam prosedur resmi AMDAL.  Namun demikian istilah ini sering disebut/dipergunakan untuk situasi perbaikan isi dokumen RKL dan RPL saja untuk menyesuaikan atas perubahan pola pengelolaan dan pemantauan lingkungan dari suatu kegiatan yang telah beroperasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai revisi RKL dan RPL adalah :

  • Revisi RKL dan RPL bukan merupakan prosedur umum bagi sebuah kegiatan yang membutuhkan perubahan atas pola pengelolaan dan pemantauan lingkungannya.  Penerapannya bersifat kasuistik.
  • Revisi RKL dan RPL tidak selalu harus dinilai di Komisi Penilai AMDAL.  Penilaian dilakukan apabila ada situasi khusus yang menyebabkan perubahan pengelolaan dan pemantauan lingkungan kegiatan tersebut wajib dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang terkait.
  • Penyempurnaan RKL dan RPL harus selalu dilakukan secara otomatis oleh pemrakarsa sendiri untuk memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungannya.  Penyempurnaan yang bersifat sukarela ini tidak usah diproses secara formal apabila memang tidak ada perubahan detail kegiatan yang berarti.

Perubahan detail kegiatan pada dasarnya berimplikasi pada penyusunan AMDAL baru.  Keputusan untuk hanya mengubah RKL dan RPLnya saja harus diambil setelah yakin bahwa studi AMDAL yang lama memang dianggap telah mengantisipasi kemungkinan timbulnya dampak baru akibat perubahan kegiatan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in Uncategorized

 

Intermezzo 1

Masih inget taun 90’an, Jaman Sd-Smp kita dulu yg pernah Trand?

*make sepatu ala ABRI merek Dok Mart

*pernah punya baju merek ALIEN WORKSHOP? (yoiii, sape yg ga tau merk ini)

*menjadi korban celana bergaris (KCB) merek MAMBO

*ga lupa beli jg sepatu La Gear Light (masi inget nyala lampunya doonk? Wakakakak, mirip lampu rem motor)

*ngabisin koinan di Telpon umum, PDKT sama kenalan

*maen GIMBOT yg diiket pake tali, yg maennya sambil jongkok (klo waktunya abis, tuh tali ditarik sama abang2nya, wakakakak) =))

*pake jam jengkol merek POP SWATCH (inget ga??? Jam yg gedenya amit2 dan bisa di cantelin di kaos)

*ngoleksi kartu Basket sama kartu Dragon Ball (ada yg hologram, ada yg double)

*maen TAMIYA sampe lupa waktu, akirnya Ortu dateng cariin ke trek tempat maen tamiya #:-s

*makan ANAK MAS plus remukin mie nya ditembok orang :p

*beli coklat gambar Ayam Jago sama Wafer coklat merk SUPERMAN

*makan permen karet YOSAN, skalian ngumpulin huruf2nya YOSAN (tp yg N susyeeee bener dapetnye lupa diproduksi kaliie yeee) >=)

*makan Jagoan Neon biar lidah nya berubah warna

*setelah era ALIEN berlalu gentian pake baju ala POINT BREAK (Stussy,Mossimo, Billabong, Rip Curl, dll)

*bangga make tas slempang bermerk Kutalines

*beli Brondong waktu istirahat sekolah

*nonton KOTARO MINAMI jd Ksatria Baja Hitam dan Saintsaya (bener ga nulisnya? =))

*penggemar setia AIRWOLF, KNIGHT RIDER, dan the legend McGYVER

*beli topi mesti 8 JAHITAN, ga kurang ga lebih, kalo nggak PALSU!

*congkelin resleting tas Export atau Alpina punya temen, buat jadiin gelang or kalung (hayo ngaku!) :x

*ctak-ctuk pake tutup botol GATORADE, yg lambangnya kaya petir

*ngumpulin TAZOS dari Chiki, Chitato yg dapet beli diwarung

*melihara binatang ga hrs beli kandang trs ada binatangnya. Kan ada TAMAGOTCHI =))

*make NECKERMAN or CARVIL dan diplesetin jadi “nyekerman”

*ngerasa kurang gaul klo belum ngisi File plastik (diary) punya temen X_X

senyum2 sendirikan?? =D jd inget masa dulu waktu kcil ya:$

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in Uncategorized

 

Ujian Matrikulasi Pengertian Dasar Lingkungan

  •   Apa yang dimaksud dengan Pembangunan Berkelanjutan?

Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) dipopulerkan melalui laporan WCED berjudul “Our Common Future” (Hari Depan Kita Bersama) yang diterbitkan pada 1987. Laporan itu mendefinisikan Pembangunan Berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ada empat syarat yang harus dipenuhi bagi suatu proses pembangunan berkelanjutan :

a)      Menempatkan suatu kegiatan dan proyek pembangunan pada lokasi yang secara ekologis

b)      Pemanfaatan sumberdaya terbarukan (renewable resources) tidak boleh melebihi potensi lestarinya serta upaya mencari pengganti bagi sumberdaya tak-terbarukan (non-renewable resources)

c)       Pembuangan limbah industri maupun rumah tangga tidak boleh melebihi kapasitas asimilasi pencemaran.

d)      Perubahan fungsi ekologis tidak boleh melebihi kapasitas daya dukung lingkungan (carrying capacity)

Pembangunan Berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, social dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan (UU No.32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup).

  •  Jelaskan Prinsip-prinsip Ekosistem, Sietem Ekologi Alam dan Ekologi Industri!

a) Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Prinsip Ekosistem terdiri dari komponen biotik, abiotik dan culture, saling berinteraksi dan saling interdependensi, yaitu setiap bagian sistem akan tergantung pada bagian yang lainnya, dalam ekosistem hubungan saling ketergantungan ini terjadi pada siklus energi, rantai makanan, dan siklus biogeologi.

b) Sistem Ekologi Alam, hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi alam tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya , yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi alam juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu  ecosfer, ekosistem, komunitas, populasi, organisme/individu yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

c) Sistem Ekologi Industri, pembahasan tentang masalah sistem industri, aktivitas ekonomi dan hubungannya dengan sistem ekologi alam, yang biasanya digerakkan oleh energi matahari, ekosistem, termasuk di dalamnya hubungan mutualisme antar berbagai jasad renik dan lingkungan sekitarnya dimana terjadinya pertukaran material melalui suatu siklus. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. mengutamakan penggunaan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui serta mengoptimasikan sumber daya yang ada dan juga meminimalkan emisi, meminimalkan jumlah aliran bahan dan energi, mereuse, merecycle, meminimalkan timbulnya limbah.

  • Jelaskan tentang Zona Toleransi dan Zona Pembatas serta contoh!

a) Zona Toleransi adalah suatu rentang toleransi yang dipunyai suatu spesies terhadap kondisi lingkungan, dimana pada rentang ini spesies tersebut masih dapat bertahan hidup. Contoh : suatu ikan yang hidup pada ekosistem air sungai, misalnya  mempunyai zona toleransi terhadap suhu air sungai antara 15-350C. Maka jika suhu air sungai dibawah 150C ikan akan mati, begitu juga bila suhu air sungai diatas 350C. Ikan hanya akan bertahan hidup apabila suhu air sungai  antara 15-350C yang merupakan zona toleransi ikan.

b) Faktor Pembatas adalah salah satu faktor kehidupan suatu spesies dimana bila tidak terpenuhi baku mutunya, maka spesies akan punah. Contoh : ikan yang hidup pada ekosistem air sungai mempunyai beberapa faktor kehidupan. Diantaranya makanan, suhu air, kandungan oksigen air, kadar polutan air dsb. Misalnya makanan yang didapat ikan cukup, suhu air sesuai zona toleransi, air sungainya bersih tidak ada polusi, akan tetapi kandungan oksigen air dibawah baku mutu. Maka ikan tersebut tidak dapat bertahan hidup.

  • Jelaskan Fungsi Ekosistem pada system kehidupan !

Menjaga keseimbangan, karena unsur – unsur ekosistem saling terjadi hubungan timbal balik membentuk keseimbangan kehidupan. Didalam ekosistem terjadi siklus energy, rantai makanan, dan siklus biogeologi. Jika fungsi ekosistem tersebut tidak berfungsi, maka keseimbangan kehidupan akan terganggu. Keseimbangan kehidupan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem.. Fungsi utamanya adalah Penyedia sumber daya alam, digunakan utk proses produksi dan konsumsi serta Penyedia jasa kenyamanan untuk penunjang kehidupan seperti tanah, air, udara..

  • Jelaskan apa Triple Bottom Line !

Triple Bottom Line adalah tiga pilar utama yang saling terkait dan dapat berjalan secara bersama – sama  untuk mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan, tiga pilar tersebut adalah :

a)      Keseimbangan ekologi, artinya setiap pembangunan yang dilakukan harus selalu mengupayakan kelestarian dan keseimbangan lingkungan serta konservasi sumberdaya alam vital

b)      Ekonomi, artinya adalah pertumbuhan ekonomi ditujukan untuk kesejahteraan semua anggota masyarakat, dapat dicapai melalui teknologi inovatif yang berdampak minimum terhadap lingkungan.

c)       Sosial, politik, dan budaya, artinya pembangunan dilakukan berasaskan keadilan dan kesetaraan akses terhadap sumberdaya alam dan pelayanan publik, menghargai diversitas budaya dan kesetaraan jender.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in Uncategorized

 

Istilah-Istilah yang Berkaitan Dengan Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup
 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelang-sungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain;

Pengelolaan Lingkungan Hidup
adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup

Pembangunan Berkelanjutan yang Berwa-wasan Lingkungan Hidup
 adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Ekosistem
adalah tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup
adalah rangkaian untuk memelihara kelang-sungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup

Daya Dukung Lingkungan
 Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendu-kung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup
 adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

Daya Tampung Lingkungan Hidup
 adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian Daya Tampung Lingkungan
Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

Sumber Daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati, dan sumber daya buatan.

Baku Mutu Lingkungan Hidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsure lingkungan hidup,

Pencemaran Lingkungan Hidup
 adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan ling-kungan hidup tidak bisa berfungsi lkagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan,

Dampak Lingkungan Hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
 adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in Uncategorized